Oktober 2025

Mahasiswa PGSD FKIP USK Laksanakan Kunjungan Edukatif ke Museum Aceh sebagai Implementasi Pembelajaran OBE Berbasis Case Method

Banda Aceh – Dalam upaya mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan kontekstual sesuai dengan prinsip Outcome Based Education (OBE), mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Syiah Kuala melaksanakan kegiatan kunjungan edukatif ke Museum Aceh, pada hari senin 27 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari penerapan Case Method dalam mata kuliah Konsep Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar (Konsep PAI SD) yang bertujuan mengaitkan teori pembelajaran dengan konteks budaya dan nilai-nilai kearifan lokal Aceh.

Kunjungan ini dipandu langsung oleh dosen pengampu mata kuliah, Mislinawati, S.Pd.I., M.Pd, yang menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Islami dalam warisan budaya daerah. Melalui pendekatan Case Method, mahasiswa diajak menganalisis berbagai artefak dan peninggalan sejarah yang memiliki nilai religius, serta merefleksikan penerapannya dalam pengembangan karakter dan literasi keagamaan di sekolah dasar.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa aktif berdiskusi, mengumpulkan data lapangan, serta menyusun laporan reflektif mengenai nilai-nilai pendidikan Islam yang dapat diinternalisasikan melalui pembelajaran berbasis budaya. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh wawasan langsung mengenai keterkaitan antara pembelajaran PAI dan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal Aceh, sejalan dengan capaian pembelajaran OBE yang berorientasi pada kemampuan berpikir kritis, analitis, dan aplikatif.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi refleksi bersama, di mana mahasiswa mempresentasikan hasil temuan mereka terkait relevansi materi museum dengan pembentukan profil pelajar berkarakter religius di sekolah dasar. Dosen pengampu menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini akan terus dikembangkan untuk menumbuhkan pengalaman belajar yang holistik, kontekstual, dan berorientasi pada capaian kompetensi abad 21.

Melalui kunjungan ke Museum Aceh, mahasiswa tidak hanya belajar mengenal sejarah dan budaya Islam di Aceh, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan reflektif sesuai dengan tuntutan pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE).

Mahasiswa PGSD FKIP USK Laksanakan Kunjungan Edukatif ke Museum Aceh sebagai Implementasi Pembelajaran OBE Berbasis Case Method Read More »

Mahasiswa PGSD FKIP USK Laksanakan Kunjungan ke UMKM Perajin Karya Seni Lobster Ulee Lheue sebagai Implementasi Pembelajaran OBE Berbasis Project

Banda Aceh, 21 Oktober 2025 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (FKIP USK) melaksanakan kunjungan lapangan ke UMKM Perajin Karya Seni Lobster di Desa Ulee Lheue, Banda Aceh, sebagai bagian dari penerapan pembelajaran Outcome Based Education (OBE) berbasis Project pada mata kuliah Seni Rupa dan Prakarya Sekolah Dasar (SD).

Kegiatan ini bertujuan mengembangkan kompetensi mahasiswa dalam mengintegrasikan unsur seni, kreativitas, dan nilai kearifan lokal dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam memahami proses produksi karya seni berbahan dasar limbah laut, khususnya kulit lobster, yang diolah menjadi berbagai bentuk kerajinan bernilai estetika dan ekonomi tinggi.

Dosen pengampu mata kuliah, Aida Fitri, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) yang menjadi bagian dari pendekatan OBE. “Mahasiswa tidak hanya belajar teori tentang seni rupa dan prakarya, tetapi juga terlibat secara langsung dalam proses kreatif masyarakat lokal. Ini melatih kemampuan mereka dalam merancang pembelajaran berbasis proyek yang kontekstual dan inspiratif untuk siswa SD,” ungkapnya.

Selama kegiatan, mahasiswa berinteraksi langsung dengan pengrajin, mengamati teknik pengolahan bahan, serta melakukan dokumentasi terhadap tahapan pembuatan karya seni. Mereka juga berdiskusi mengenai strategi pemasaran dan inovasi produk yang dilakukan UMKM agar tetap berkelanjutan di tengah perkembangan era digital. Hasil observasi tersebut akan diolah menjadi laporan dan prototipe proyek pembelajaran seni berbasis potensi lokal.

Salah satu mahasiswa peserta, Inas Alifa Saleha, menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan ini. “Kami sangat terinspirasi oleh kreativitas para perajin lokal. Dari sini kami belajar bagaimana mengajarkan siswa untuk mencintai lingkungan melalui karya seni daur ulang yang bernilai tinggi,” ujarnya.

Kegiatan ini menumbuhkan kemampuan mahasiswa dalam berpikir kreatif, bekerja kolaboratif, serta merancang proyek pembelajaran seni yang relevan dengan konteks sosial dan budaya setempat. Selain memperkuat capaian pembelajaran mata kuliah, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kolaborasi antara dunia akademik dan dunia usaha (DUDI) dalam mendukung implementasi Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM).

Dengan terlaksananya kunjungan ini, PGSD FKIP USK terus berkomitmen mengembangkan model pembelajaran yang inovatif, aplikatif, dan berbasis kearifan lokal, guna mencetak calon guru sekolah dasar yang kreatif, adaptif, dan memiliki kepekaan sosial tinggi terhadap potensi budaya dan ekonomi masyarakat sekitar.

Mahasiswa PGSD FKIP USK Laksanakan Kunjungan ke UMKM Perajin Karya Seni Lobster Ulee Lheue sebagai Implementasi Pembelajaran OBE Berbasis Project Read More »